Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) seperti diketahui selama ini belumlah memiliki batik khas yang mencirikan daerah ini.

Namun dalam waktu dekat melalui inisatif Badan Penelitian dan Badan Pengembangan Daerah (Balitbang) Pemkab. SBB, bekerja sama dengan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Sospol) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon akan mencoba mengkreasikan atau menciptakan motif batik khas SBB.

Kedua instansi ini bekerja sama dengan membentuk tim Kajian yang telah melakukan riset dan penelitian, dengan turun langsung ke sejumlah Negeri dan Desa yang ada di wilayah kabupaten ini.

Mereka bertugas untuk mendapatkan apa yang dapat disebut sebagai Simbol-simbol Adatis, yang mungkin dapat dikombinasikan dan diolah sedemikian rupa menjadi format dari motif batik yang akan dibuat ini.

Guna mengkonfirmasi dan memastikan simbol atau motif yang telah ditemukan di lapangan selama riset ini berlangsung dan kemudian diolah oleh tim ini apakah merepresentasikan atau mewakili daerah ini, maka Balitbang mengadakan sebuah FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SEKALIGUS KONSULTASI PUBLIK KEGIATAN PENELITIAN DAN EXPOSE MOTIF KHAS BATIK KAB SBB.

Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 kantor Bupati SBB pada sabtu (12/10/3019) lalu, dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kab. SBB Hj. Mansur Tuharea, SH didampingi oleh Kepala Balitbang Drs. Gaspar A.R. Pesireron beserta beberapa pimpinan OPD, Prof. Dr. T. D. Pariela, MA selaku Dekan Fakultas Sospol Unpatti yang merupakan bagian dari Tim Kajian ini, para Camat dan sejumlah Kepala Desa.

Sekda SBB saat berkesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Pariela saat diberi kesempatan menyampaikan sambutannya mengatakan, “Simbol ini nantinya akan menjadi indentitas. Saya membayangkan, setalah mendapatkan sumbang saran dari masyarakat adat yang ada untuk kemudian disempurnakan dan disetujui oleh Pemda dan Proses Politik di DPRD, penggunaan simbol ini bukan saja akan membuat kita bangga, tapi juga akan membuat kita terinspirasi untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita di wilayah ini dengan lebih baik”.

“Simbol ini nantinya bisa menjadi roh yang menghidupkan semangat kita dalam aktivitas Pemerintahan kita di daerah ini. Kami diinstruksikan oleh Pak Kabag untuk segera menyelesaikan desainnya, oleh karena itu setelah selesai kegiatan FGD ini dan kita mendapatkan saran dan masukan dari masyarakat, maka segera akan kami tuntaskan apa yang menjadi tugas kami”, sambung beliau.

Beliau berharap, “Kiranya melalui FGD ini, perwakilan masyarakat yang hadir dapat proaktif memberikan masukan dan dukungan karena semua yang sudah kami lakukan masih memerlukan penyempurnaan.

Tamu undangan yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Terakhir Pariela mewakili Fakultas Sospol Unpatti menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Bupati dan semua jajarannya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Beliau dan Tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

LEAVE A REPLY