Gempa bumi yang sering melanda kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akhir-akhir ini, khususnya yang terjadi pada tanggal 26 September 2019 lalu, telah meninggalkan rasa trauma dan keresahan yang mendalam di masyarakatnya.

Bukti keresahan itu terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang enggan pulang ke rumah dan memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian hingga saat ini.

Masyarakat yang masih memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Bahkan banyak dari mereka lebih memilih mempercayai informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya dan Hoaks, daripada mendengarkan himbauan serta penjelasan dari badan pemerintah yang punya kompetensi di bidang kebencanaan seperti, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menjawab keresahan ini, pemerintah melalui BNPB pusat dan BMKG provinsi Maluku pada Minggu (20/10/2019) kemarin melakukan pemasangan Alat pendeteksi Gempa (Seismograf) di sejumlah titik di kabupaten ini.

Ada empat titik lokasi pemasangan alat ini di kabupaten SBB yakni :
1. Desa Latu, Kecamatan Amalatu (Kantor Desa Latu)
2. Desa Kairatu (Kantor BMKG Kairatu)
3. Piru (Badan Penanggulangan Bencana Daerah SBB)
4. Desa Loki, Kecamatan Huamual  (Pos Satuan Penugasan Yonif Raider 136/ TS)

Suasana saat proses pemasangan alat berlangsung.

Pemasangan ini dilakukan oleh rombongan antar lain :
– Kasubdit peringatan dini BNPB, Abdul Muhari,
– Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Andri Dian Nugraha,
– Perwakilan BPBD Provinsi Maluku, Jhon Hursepuny,
– Kepala seksi data dan informasi BMKG Maluku, Andy Anzar Rusdin,
– Pasi pers Korem 151/BNY, Kapten Inf Babang Tetuko,
– Kaursurdatop dam XVI/ Pattimura, Kapten CtpTedi Budiman. p
– Kabenghar Benghub Hubdam,Lettu Chb Nurjianto.

Turut mendampinggi rombongan ada :
– Danramil 1502-08/Kairatu, Kapten Arh Ismail Lestaluhu beserta tiga orang Anggota,
– Danramil 1502-07/Piru, Kapten Inf Agung Prabowo,
– Babinsa Koramil 1502-07/Piru Ds. Loki, Sertu Sukirman dan
– Danpos Desa Loki, Satgas Raider yonif 136/TS, Letda Inf Dwikiy.

Rombongan BNPB, BMKG dan Dosen ITB serta anggota TNI yang turut mendampingi, melakukan foto bersama

Pemasangan alat ini sendiri dilakukan sebagai upaya untuk melakukan pendeteksian gempa serta menjadi alat peringatan dini bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, karena fungsinya sebagai alat atau sensor getaran, yang digunakan untuk mendeteksi gempa maupun getaran pada permukaan tanah.

Pada tanggal 27 Oktober 2019 nanti, akan dilakukan pengecekan kembali alat ini guna pengecekan dan pengambilan data.

LEAVE A REPLY