Pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (Kab. SBB) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet juara dua, dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Maluku tahun 2020 yang berlangsung pada 27 – 28 Mei 2020 lalu.

Kegiatan ini sendiri terlaksana dengan tujuan untuk melihat seberapa baik kinerja dari suatu Pemerintahan daerah, dalam melakukan pencegahan dan penanganan kasus Stunting yang ditemui di daerahnya masing-masing.

Stunting sendiri menurut World Health Organitation (WHO) adalah masalah kurang gizi yang kronis akibat dari kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini kemudian mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Dimana seorang anak akan dianggap mengalami stunting, apabila tinggi badan mereka lebih rendah atau pendek (kerdil) dibandingkan dengan standar usianya (berdasarkan WHO-MGRS).

Sebagaimana di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. SBB dr. Anis Tappang kepada media ini di Piru pada sabtu, 29/05/2021. “Dalam Penilaian ini, Kabupaten Maluku Tenggara didapuk sebagai kabupaten terbaik dalam penanganan Stunting ini, di susul oleh kab SBB terbaik kedua dan Kabupaten Seram bagian timur (SBT) sebagai terbaik ketiga.”

Tappang berharap kedepan semoga penanganan stunting yang di laksanakan secara konvergensi lebih intensi sehingga stunting bisa menurun sesuai angka Nasional yaitu sebesar 14%.” Semoga kedepan kita lebih maksimal lagi untuk menekan angka Stunting di kabupaten SBB hingga mendapat target nasional.” Kata Tappang.

Dan selain itu Tappang juga berharap agar orang tua balita tetap disiplin membawa anak balita ke Posyandu untuk di lakukan penimbangan dan pemberian imunisasi serta Pemberian PMT ASI .” orang tua juga harus rutin untuk bawa anaknya ke Posyandu untuk di barikan vitamin , penimbangan dan Imunisasi untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi yang menyempurnakan penglihatan anak.” Jelas Tappang.

LEAVE A REPLY