Piru: Preservasi Rekonstruksi Jalan Taniwel-Saleman yang merupakan ruas jalan nasional, menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah, telah dikerjakan.
Dari hasil tinjauan di lapangan, Jumat (19/7/2020) di desa Taniwel Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB, bersama dengan Kontraktor PT. Mutu Utama Konstruksi dan PPK Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon, pekerjaan yang sementara dikerjakan yaitu Rekonstruksi Jalan, Rehabilitasi Mayor, Rehabilitasi Minor dan Pemeliharaan Rutin.
Staf Manajer PT. Multi Utama Kontruksi, Julfikri Siahanenia mengatakan kondisi awal penanganan jalan Taniwel-Saleman yang mengalami erosi dan amblas sekitar 10.00 Meter yang pada awalnya merupakan jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 1,015 Km dengan kelandaian jalan sekitar 18 persen.
“Sehingga dilakukan Program Rekonstruksi jalan melalui penanganan galian penurunan grade sepanjang 1.015 Km untuk mendapatkan kelandaian sekitar 9 persen,” tutur Siahanenia
Selanjutnya, kata Siahanenia, masalah yang dihadapi di lapangan yakni kondisi intentitas curah hujan dengan tingkat sedang hingga deras sepanjang bulan Maret 2020 menyebabkan terjadinya gerusan alur sepanjang kurang lebih 10 meter pada bahu jalan.
“Kami bersama PPK mencari solusi awal dengan melakukan penimbunan dan pemadatan pada daerah yang mengalami gerusan dan kemudian diberikan rambu-rambu pemberitahuan jalan,” tuturnya.
Curah hujan dengan tingkat presipitasi sedang hingga deras, bahkan hujan badai pada bulan Mei dan Juni disertai kondisi bahu jalan yang tidak diperkeras, mempercepat terjadinya erosi pada bahu jalan tersebut yang menyebabkan retak hingga ke perkerasan aspal di badan jalan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tambah dia, PPK kemudian melakukan penanganan secara reaktif demi fungsionalnya jalan dan menghindari kecelakaan dengan melakukan pengisian timbunan ke celah-celah retak sambil dilakukan pemadatan sampai dengan level pengerasan jalan.
“Pada bulan Juni ini, curah hujan dengan tingkat presipitasi deras sampai dengan hujan badai, maka setiap hari akan dilakukan pemantauan dan pengawasan pada kondisi jalan tersebut sampai dengan cuaca membaik dan akan segera dilakukan penanganan hingga ke pekerjaan pengaspalan dengan tetap memperhatikan rambu-rambu pemberitahuan kondisi jalan,” ujar Siahanenia.

LEAVE A REPLY