Piru: Sekretaris Daerah Kabupaten SBB Mansur Tuharea, SH berkesempatan membuka dengan resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus konsultasi public kegiatan penelitian dan expose motif khas batik Kabupaten Seram Bagian Barat di aula pertemuan lantai tiga kantor Bupati SBB.

Sekretaris Daerah dalam sambutannya mengatakan kegiatan FGD dan konsultasi public memiliki makna yang sangat penting dan patut kita apresiasi serta menyambut baik pelaksanaannya karena merupakan wadah untuk mempresentasikan hasil penelitian dan mendapatkan masukan guna tersusunnya draft naskah akademik tentang motif khas batik Kabupaten Seram Bagian Barat.

Katanya pula, dalam rangka mendukung kedisiplinan dan kesamaan korps ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, maka diperlukan adanya kesamaan identitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang perubahan ketiga atas peraturan menteri dalam negeri Nomor 60 Tahun 2017 tentang pakaian dinas pegawai negeri sipil di lingkungan departemen dalam negeri dan pemerintah daerah. Untuk itu perlu ditetapkan pakaian khusus hari-hari tertentu (Pakaian Daerah Bermotif Batik) yang merupakan upaya penyeragaman dan pengakuan atas identitas budaya serta kearifan local yang berciri saka mese nusa.

“Seni batik yang ada di daerah maluku disebut dengan nama batik Maluku. Motif dan warna yang ditampilkan dalam berbusana batik maluku terdapat berbagai macam yang menjadi ciri daerah ini, seperti hasil bumi yang diwakili oleh motif pala dan motif cengkih, motif batik parang, tombak dan juga budaya khas dari maluku yang terlihat pada motif tombak salawaku serta pemilihan jenis warna yang beraneka ragam” kata sekda.

Oleh karena itu, FGD sekaligus konsultasi public dilakukan saat ini adalah untuk memperoleh masukan, pendapat atau informasi tentang pemilihan motif khas batik khusus Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang telah diteliti secara ilmiah, sehingga mendapatkan motif, warna, ciri simbolis dan nilai-nilai budaya yang spesifik dalam bentuk pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara serta menyeragamkan motif, bentuk warna pakaian batik Kabupaten Seram bagian Barat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBB  Arifin Pondland Grisya, Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon, Prof. Tonny Pariera dan anggota tim, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab SBB. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Sekretaris Daerah.

LEAVE A REPLY