Elpaputih: Sekretris Daerah, Mansur Tuharea, SH yang didampingi Asisten I Setda SBB, Ir. Seth Selanno, Kepala Badan Pemberdayaan Desa Kabupaten SBB, M. Pellu, Camat Elpaputih J. Nahuwey.S.STp, berkesempatan menghadiri acara HUT GPM ke 84 Tahun Klasis Masohi yang berlangsung di gedung gereja Ebenhaezer Jemaat GPM Elpaputih.

Kegiatan yang bertemakan Bersyukur dengan memperbarui diri turut dihadiri oleh Wakil Bupati Maluku Tengah J.Leleury.SE, Ketua Klasis Masohi Pdt. Frangky Teslatu.S.Si, Kapolsek Teluk Elpaputih Ipda D. Bakarbessy,SH, Para pendeta ,,

Perayaan HUT GPM Klasis Masohi diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Vero Titaley,S.Si  dan dilanjutkan dengan acara serimonial.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah mengatakan perayaan HUT GPM yang ke 84 Tahun hendaklah dilaksanakan dengan makna bersyukur, memperbarui diri, hindari Isu profokatif dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan sebagai hidup orang basudara.

Katanya pula, melalui pembaharuan diri dalam 84 tahun bergereja. Itu berarti Gereja Protestan Maluku telah melewati berbagai proses yang panjang dengan segala tantangan dan hambatan yang di hadapi

“Kematangan usia dalam bergereja harus dapat menggambarkan citra yang menjadi ciri hidup umat kristiani, yaitu hidup yang penuh cinta kasih, hidup yang penuh damai sejahtera, mampu menanggung segala sesuatu, baik dalam suka maupun duka. Tidak menjadi beban bagi yang lain, hidup yang murah hati, rukun dan berdampingan. Hidup saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya dalam kebhinekaan. Karena semuanya merupakan ciri khas budaya orang maluku, pela deng gandong, adik deng kaka, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, hidup yang baku sayang bukan baku marah, hidup baku lia bukan putar muka, hidup baku bage bukan babengkeng bahkan hoaks sampai bakalai. Sebagaimana warisan turun temurun sejak leluhur nunusaku dari dulu kala telah mengenal dan menyembah Allah dalam sebutan tekule langite, Tuhan pencipta alam semesta”. Ucap Sekda.

Katanya pula, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan Kabupaten Maluku Tengah sementara ini berada dalam kondisi jalan yang masih terpuruk sebagai dampak dari bencana alam beberapa bulan kemarin, kami kedua Pemerintah daerah sedang berupaya kepada pemerintah provinsi maluku dan pemerintah pusat untuk membantu memperbaiki kerusakan jalan dan jembatan sebagai sarana penunjang perhubungan serta komunikasi agar semuanya dapat kembali berjalan dengan dnormal, aman dan lancer khususnya masyarakat yang berada sepanjang jalan lintas trans seram termasuk jalan lintas ke wilayah pegunungan Abio dan Huku Kecil.

“Dalam lima tahun RPJMD kedepan, kami pemerintah daerah lebih memprioritaskan membuka keterisolasian, serta mendorong kemajuan masyarakat pada wilayah-wilayah pinggiran yang jauh dari jangkauan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat serta membuka akses pembangunan yang memberikan dampak pada kemajuan daerah dan masyarakat di bumi saka mese nusa. Jelas sekda.

LEAVE A REPLY