Piru: Sekretaris Daerah Mansur Tuharea, SH yang didampingi sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuka dengan resmi sidang pleno sinode wilayah Seram –Buru di Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2019.

Kegiatan yang berlangsung di gedung gereja paroki santa Theresa piru turut dihadir Sekretaris Keuskupan Amboina, wakil uskup wilayah Seram-Buru, uskup Tuhan diwilayah Seram dan Buru, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para peserta sidang pleno sinode wilayah Seram Buru dan para undangan lainnya.

Sekretaris Daerah ketika membacakan sambutan Bupati SBB mengatakan, selaku Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada jajaran keuskupan Amboina yang telah mempercayakan pelaksanaannya siding pleno sinode wilayah seram buru di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Momentum Gerejawi ini, adalah spirit perjumpaan demi membangun relasi dengan lingkungan sekitar  merupakan suatu tuntutan yang tak terelakan cara hidup menggerejakan di wilayah yang plural ini. Hal ini merupakan kesempatan yang istimewa didalamnya umat gereja lokal dapat memaknai panggilan dan pelayanan masing-masing untuk menentukan pedoman pastoral bagi gereja lokal dalam realisasi misi gereja.” Ucap Sekda.

Katanya pula, gereja perlu berkomitmen dan bersikap proaktif dalam mengusahakan hal-hal  yang baik demi kehidupan bersama, gereja didorong untuk menjadi agen, promoter dalam berbagai proses sesuai dengan arahan dari keuskupan untuk memberikan gambaran yang real, tantangan-tangan serta harapan-harapan yang diambil dari keadaan umat yang sebenarnya. Sebab gereja memiliki tugas untuk membangun relasi dengan sesame bukanlah tugas hierarki atau para pemimpin, namun merupakan tugas yang diembankan oleh segenap umat beriman.

Gereja sendiri memiliki sasaran dalam pembangunan iman, etika dan moral umat yang merupakan bagian fundamental dari proses pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Dimana gereja selaku intitusi keagamanaan yang mandiri dalam misi eklesologis akan terus berusaha mewujud-nyatakan fakta kasih Allah sang pencipta dalam kesleuruhan aktifitas umat dan dinamika pelayanan sesuai dengan firman Allah kepada manusia.

“Untuk itu, selaku pemerintah daerah, saya berpendapat bahwa program pelayanan gereja secara professional harus terintegrasi dengan berbagai program Pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota yang ada, karena anggota gereja adalah juga bagian dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten SBB sangat konsisten dalam melaksanakan program pembinaan dan peningkatan kapasitas dan juga kualitas iman semua masyarakat di Kabupaten ini sesuai dengan visi pembangunan daerah 2017-2022 yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten SBB yang berbudi pekerti luhur, aman, sejahtera, adil dan bermartabat.” kata sekda.

Diakhir sambutannya Sekda SBB mempaparkan beberapa gambaran kegiatan keagamaan dalam perkembangan daerah diantaranya meningkatkan kerukunan inter dan antar umat beragama, menjadi komitmen semua masyarakat, pemuka agama dan pemuka adat, untuk meningkatkan toleransi hidup dan saling menghargai antar sesame umat beragama dalam menunaikan kewajiban dan panggilan ibadahnya, hal ini terbukti dengan semakin harmonisnya hubungan hidup antar sesama umat beragama dengan meningkatnya kerjasama dan partisipasi dalam berbagai pelaksanaan kegiatan kerohanian serta pengembangan pendidikan yang berkualitas termasuk pendidikan agama.

 

LEAVE A REPLY