PIRU – Dalam waktu dekat akan dibangun pabrik gula di Kabupaten Seram Barat Maluku. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro saat menyaksikan MoU PT Hermes Indonesia dengan Bupati Kabupaten Seram Barat, Muhammad Yasin Payapo di Kantor Kementan Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Sekjen Kementan Syukur Iwantoro, Pabrik gula yang akan dibangun di Seram barat itu mempunyai luas lahan sebesar 25 ribu ha. Pabrik gula yang dibangun oleh PT Hermes Indonesia ini berkapasitas produksi 10 ribu ton per hari.

Syukur Iwantoro juga mengatakan, pabrik gula tersebut bisa memasok kebutuhan gula putih disekitar Ambon Maluku, Papua dan Sulawesi. Sisanya baru dijual ke Indonesia Bagian Barat. sebelumnya kebutuhan gula masyarakat di Kawasan timur Indonesia di pasok dari Indonesia bagian Barat. Investasi ini kami harapkan bisa mendorong komoditas pertanian lainnya, seperti pengembangan kebun cengkeh, minyak kayu putih, peternakan sapi dan sektor lainnya

Sekjen kementan Syukur Iwantoro juga mengungkapkan, Untuk menggerakkan investasi di tanah air Kementan akan memberikan kemudahan perizinan terhadap investor gula. Kementan juga memberikan pendampingan dan informasi kepada investor terhadap sejumlah daerah yang punya potensi ekonomi cukup bagus,” ungkapnya.

Pada acara yang sama Bupati Kabupaten Seram Barat Muhammad Yasin Payapo menyambut baik keinginan PT Hermes Indonesia untuk membangun pabrik di daeranya. Ia juga berterima kasih pada Menteri Pertanian karena sudah menjembatani adanya Mou ini.  Pemerintah Kabupaten Seram Barat sudah menyiapkan lahan untuk membangun pabrik, perumahan karyawan, dan lahan tebu. “Kami siapkan lahan awal seluas 60 ribu ha. Dari total lahan tersebut  akhrinya yang dimanfaatkan untuk pabrik dan kebun tebu seluas 25 ribu ha,” katanya.

Yasin juga menjelaskan,sebelum dilakukan MoU yang win win solution, PT Hermes Indonesia sudah melakukan survei berkaitan lahan tersebut. Sehingga setelah dilakukan MoU sudah tak ada masalah dengan status lahan. “Lahannya cocok untuk budidaya tebu, sumber air cukup, cuaca juga cocok untuk tanaman tebu. Tentang pasokan listrik juga tak ada masalah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pembangunan pabrik gula di Seram Barat ini diharapkan sesuai dengan perencanaan awal. Artinya, setelah proses perizinannya  turun, PT Hermes Indonesia bisa segera mulai membangun pabrik dan olah tanah untuk kebun tebu. “Meski sudah punya lahan tebu sendiri, sistem pengelolaan pabrik tebu tersebut dilakukan dengan model inti plasma. Jadi plasmanya dari petani sekitar sebanyak 20 persen nya.

Direktur PT Hermes Indonesia Parekat Vynat Shivanand menambahkan, pabrik gula yang dibangun di Seram barat nantinya terintegrasi dengan pembangkit listrik. “Limbah tebunya akan kami manfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik. Kira-kira kapasitasnya bisa mencapai 25 mega watt,” kata Parekat.

Direktur PT Hermes Indonesia Parekat Vynat Shivanand juga menjelaskan,pabrik gula yang akan dibangun ini investasinya sebesar US$ 125 juta dan bisa menyerap 5.000 tenaga kerja. pabrik gula yang akan dibangun ini beroperasi pada tahun 2020. Sebab, semua proses perizinan sudah tuntas. “Jadi tinggal mulai melakukan pembangunan pabriknya saja.

(Dikutip dari : www.jakartanewson.com)

LEAVE A REPLY