PIRU-Pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat harus sinergi dan bersinkronisasi antara perencanaan pembangunan pusat dan daerah. Hal ini dikatakan oleh Fungsional Perencanaan Pusbindiklatren Badan Perencanaan Nasional Shri Mulyanto.S.Sos, MT.MSc kepada seluruh peserta Musrembang RPJMD Kabupaten Seram Bagian Barat dilantai tiga Kantor Bupati Seram Bagian Barat.

Menurut Mulyanto, sekarang ini masa depan asia “Center of Global Ekonomy”  membutuhkan sistem manajemen performance based management, sistem pelayanan terkait dengan kebahagiaan, kepuasaan, kenyamanan, keamanan, kecepatan, ketepatan, kelengkapan. Sistem transportasi yang berkonektivitas antar wilayah. Sistem Logistik  yang berkaitan dengan efisiensi waktu, tenaga dan biaya serta sistem informasi secara akurat, tepat waktu, uptodate dan terpadu.

Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam 5-10 Tahun kedepan harus mampu memiliki paradigma dan filosofi pembangunan yang mengarah pada hakekat pembangunan masyarakat seutuhnya. Dimana masyarakat menjadi tujuan dan sekaligus pelaku utama pembangunan yang harus menikmati kehidupan yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat. Pembangunan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan yang berarti pula pembangunan yang berdimensi kerakyatan.

Katanya pula, paradigma dan filosofi pembangunan menjadi jalan dan cara bagi penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat secara bertahap dan berkelanjutan. Sehingga seluruh sumber daya dan berbagai kebijakan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat harus ditunjukan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, dan kemajuan kampung, distrik dan daerah.

“Pemerintah pusat sekarang ini mengarahkan pembangunan untuk membangun desa atau kampung sebab dengan membangun kampung membangun masa depan, dimana hampir seluruh rakyat tinggal di desa, dan sebagian besar desa termasuk tertinggal dan kurang berkembang. Untuk itu, kemajuan Kabupaten Seram bagian Barat hanya dapat dicapai dengan membangun dan memajukan desa dan distrik berbasis komunitas adat dan budaya. Dengan percepatan pembangunan desa berbasis masyarakat adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.” Jelas Mulyanto.

Jika pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat telah menerapkan paradigma dan filosofi pembangunan maka kedepan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Seram Bagian Baratdapat berkualitas yang diikuti oleh pengurangan kemiskinan, pengangguran serta pencegahan kerusakan lingkungan.

Untuk mewujudkan semuanya maka tantangan yang harus dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat kedepan adalah terjadi pendorong percepatan (Akselerasi) pembangunan dengan mengoptimalkan sumber daya desa dengan mengoptimalkan basis keunggulan desa untuk dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan pendapatan masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan kesejangan antar wilayah.

Pemerintah Seram Bagian Barat juga harus melakukan perubahan mendasar (Trasformasi) dengan mengoptimalkan pengelolaan pemerintahan secara berjenjang dan berbasis kinerja, peningkatan kinerja dan pelayanan publik dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak dasar, meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur dan pembangunan kerjasama serta membangun kemitraan yang solid.  Tegasnya.

LEAVE A REPLY