Waisala – Peringati HKBN 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab SBB gelar simulasi kesiapsiagaan bencana di Desa Waisala, Jumat, 26 April 2019.

Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana setiap tanggal 26 April yang merupakan tanggal ditetapkannya Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Bencana. Undang – undang ini merubah paradigma masyarakat tentang bencana dari responsif menjadi preventif. Undang – undang ini menegaskan wilayah Negara Indonesia yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis sangat memungkinkan terjadi bencana baik yang disebabkan oleh alam, non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan alam/lingkungan, harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan Nasional.

Hasil survey di Jepang yang dilaksanakan oleh GREAT HANSEN EARTHQAKE 1995, korban dalam durasi “Golden Time” disebabkan oleh ; 1) Kesiapsiagaan sendiri sebesar 35 %, 2) dukungan anggota keluarga 31,9 %, 3) dukungan tetangga 21,8%, 4) dukungan orang sekitar 2,60%, 5) dukungan  tim sar 1,70% , 6) lain – lain 0,90%. Jelas terlihat bahwa kesiapsiagaan diri sendiri lebih dominan guna menghadapi bencana yang ada. Untuk itu pendidikan guna meningkatkan pemahaman resiko bencana yang dikemas dalam latihan atau simulasi kesiapsiagaan ini mengangkat tema siap untuk selamat, katong jaga alam alam jaga katong. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kab SBB saat menghadiri upacara Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang berlangsung di lapangan bola desa Waisala.

Untuk tahun 2019 ini, BNPB melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana, mengangkat tema “Perempuan sebagai guru siaga bencana” . Fakta menunjukan bahwa kaum perempuan dan anak – anak merupakan pihak yang paling banyak terdampak ketika terjadi bencana. Selain itu naluri kaum perempuan selalu ingin melindungi anak – anak dan anggota keluarga lainnya, maka ketika diberikan pemahaman dan ditingkatkan kapasitasnya, otomatis akan menularkannya kepada anak – anak dan lingkungan sekitar.

 

LEAVE A REPLY