Waisala – Kabupaten SBB yang dimekarkan berdasarkan Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2003, merupakan daerah baru yang membutuhkan perhatian kita bersama untuk dibangun secara terpadu dan terus menerus guna mensejajarkan diri dengan kabupaten lain di Indonesia. Disadari sungguh, bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan sampai saat ini, masih belum mampu menjawab semua kebutuhan maupun permasalahan – permasalahan yang dihadapi masyarakat. Walaupun demikian, Pemerintah daerah dari waktu ke waktu, secara bertahap dan terarah terus bekerja keras untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat di kabupaten Seram Bagian Barat.

Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki luas wilayah 84.181 km/2 yang terdiri dari daratan dengan luas 5.176 km/2 dan lautan dengan luas 79.005 km/2, menjadikan laut sebagai potensi sumber daya alam kelautan dan perikanan sebagai sektor andalan yang sangat strategis  dan harus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan daerah ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati, Drs Achiles Siahaya,Aj.Ak dalam sambutan Bupati yang dibacanya pada acara Pembukaan Program Kegiatan budidaya perikanan laut keramba jaring apung tahun 2019 di Desa Waisala, Rabu 24 April 2019.

 

Staf Ahli Bupati Drs A. Siahaya,Aj.Ak sementara membacakan sambutan Bupati SBB

Kebijakan pemerintah daerah salah satunya adalah pembangunan  perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pembangunan perikanan budidaya harus memperhatikan berbagai aspek meliputi aspek tekhnologi, aspek sosial ekonomi maupun aspek lingkungan. Pembangunan dalam berbagai aspek ini pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan khususnya pembudidaya ikan serta tetap menjaga kelestarian sumber daya serta lingkungannya untuk menjamin keberlanjutan usaha.

Permasalahan paling mendasar yang dihadapi oleh Pembudidaya ikan di Kabupaten Seram Bagian Barat dalam mengelola usaha atau mengembangkan usaha budidaya ikan adalah kurangnya sarana budidaya (Keramba Jaring Apung), rendahnya ketrampilan pembudidaya ikan serta pola pikir masyarakat yang masih terfokus pada usaha perikanan tangkap sehingga diperlukan kegiatan sosialisasi atau pelatihan seperti ini, tegas Siahaya.

Di akhir sambutan, Siahaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap Lantamal IX Ambon yang telah peduli terhadap pengembangan potensi perikanan budidaya di Kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa ini.

 

 

LEAVE A REPLY