Sungai Dusun Siaputih Desa Loki Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat meluap serta mengakibatkan banjir. Banjir terjadi diduga akibat derasnya curah hujan yang turun dari pukul 19.00 WIT pada hari Selasa (16/07/2019), hingga keesokan paginya pukul 06.00 WIT. Banjir mengakibatkan satu Sekolah Dasar (SD) serta beberapa rumah warga terendam air.

Ketinggian air diperkirakan mencapai 50 sentimeter atau selutut orang dewasa dan sekitar 14 kepala keluarga yang rumahnya terkena dampak banjir akibat luapan air sungai ini. Sebelumnya juga pernah terjadi banjir dalam kurun waktu setahun terakhir, tetapi banjir kali ini lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Salah satu penyebabnya diduga karena kebiasaan masyarakat sekitar yang menebang kayu untuk membuka lahan pertanian sehingga menyebabkan daerah resapan air menjadi berkurang. Tutur Kepala SD Inpres Siaputih, Arnold Sitania.

Kondisi meluapnya sungai.

“Sudah sering terjadi banjir pada kali Siaputih pada tahun sebelumnya, tapi banjir kali ini sudah terlalu besar sehingga menyebabkan air sungai meluap dan masuk sampi ke sekolah kami. Kami dari pihak sekolah bersama masyarakat sudah pernah melakukan langkah penanganan, tapi kali ini banjirnya lebih besar sedangkan peralatan yang kami gunakan tidaklah memadai” tambah Sitania.

Kepsek serta masyarakat Siaputih  sangat mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat(Pemkab. SBB), dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) agar dapat melihat dan sekaligus melakukan tindakan cepat guna mengatasi masalah banjir ini.

“Harapan saya kiranya pemda SBB melalui dinas terkait agar segera melihat dan mengambil langkah cepat guna mengatasi masalah banjir ini agar tidak menggangu proses belajar mengajar dan aktivitas lain dari anak-anak murid di sekolah ini. Karena apabila musim penghujan seperti ini tiba, maka hampir pasti daerah di sini akan kebanjiran dan airnya akan meluap dan masuk sampai ke area sekolah kami,” Harap beliau.

Sementara itu, sampai berita ini di muat, Pihak Pemkab Seram Bagian Barat, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBB telah melakukan gerakan cepat penanggulangan tanggap darurat dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dipimpin oleh H.Tuharea ke lokasi banjir, guna meninjau langsung kondisi ril dilapangan.

Air Sungai Siaputih yang meluap menggenangi area Sekolah.

Tuharea mengatakan setelah mendengar informasi maka “Pimpinan langsung memerintahkan kami untuk turun ke TKP guna melihat kondisi yang ada di lapangan agar langkah apa yang akan diambil untuk mengatasi maslah banjir ini. Kebetulan Pak Kepala BPBD sementara diambon, dan ketika beliau mendengar  kabar adanya banjir yang melanda pemukiman warga dan sekolah, maka beliau langsung memerintahkan kami untuk segera turun ke TKP dan mengecek kebenaran dilapangan. Dan ternyata benar adanya banjir ini” terang Tuharea.

Lebih lanjut Tuharea menjelaskan bahwa setelah peninjauan lokasi selesai, maka dirinya bersama Tim akan melaporkan kindisi dilapangan kepada pimpinannya, agar dapat dimbil langkah selanjutnya. “Setelah ini, saya bersama tim akan kembali dan melaporkan kepada pimpinan yang lebih tinggi terkait semua kondisi yang ada dilapangan, agar dapat sesegera mungkin dapat ditindaklanjuti”. Tuharea menjelaskan.

Disinggung soal langkah apa yang bisa dilakukan oleh BPBD SBB terkait penanganan darurat untuk mengatasi luapan air sungai Siaputih, dirinya mengatakan bahwa “yang bisa dilakukan oleh pihak BPBD hanya sebatas normalisasi aja. Kalau sampai ke tingkat pembuatan talud atau bronjong itu sudah menjadi wewenang dari dinas lainnya.”

LEAVE A REPLY