Hal tersebut disampaikan Oleh Wakil Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina dalam tatap muka dan sosialisasi antara para penambang Cinabar di Dusun Hulung Kecamatan Huamual bersama Bupati M. Yasin Payapo bersama dengan Jajaran Forkopimda Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (9/1).

Dalam acara sosialisasi tersebut, pada sesi tanya jawab, beberapa warga penambang menyampaikan kalau penambangan yang dilakukan warga sekitar dengan tak lain hanyalah persoalan perut.

“ini urusan perut, pak. Jadi kami mohon agar hal bisa dilegalkan”, Ungkap Arif Samal, penambang asal desa Iha.

Zat berbahaya berupa Mercury yang terkandung dalam cinabar, dimata Akerina, adalah sebab utama pelarangan proses penambangan.

“dan Pemkab tidak bisa berbuat banyak soal izin, sebab itu urusan pemerintah Pusat”, jawab Akerina.

Ditempat yang sama, Ketua Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu menjelaskan kalau soal perizinan adalah urusan pemerintah pusat, dan apapun alasannya tetap ditindak jika masih ada yang mebambang.

“dan hukumnya sama, jika ada yang menyimpan, apalagi menambang maka sama halnya dengan anda menggunakan narkoba”, Tegas Johanis.

LEAVE A REPLY