Beredarnya berita tentang kasus Gizi Buruk yang terjadi pada 3 Balita di desa Waesala Kecamatan Huamual Belakang membuat Kepala Dinas Kesehatan Anis Tappang angkat bicara.

Seperti ditemui di Open House, Perayaan Natal di Rumah Dinas Wakil Bupati Seram Bagian Bagian Barat, Rabu, 25/12/2019, Anis Tappang mengungkapkan hal itu bukanlah Gizi Buruk melainkan kurang Gizi dan itu sangat berbeda jauh.

“Itu bukan gizi buruk, tapi kurang gizi yang terjadi karena banyak faktor”, tegas Tapang,

Menurut Tapang, gizi buruk itu punya kriteria medis tersendiri dan sesuai dengan tindakan yang telah dilakukan oleh pihak Puskesmas Desa Waisala beberapa bulan lalu pada 3 balita tersebut lalu telah disimpulkan bahwa itu bukan Gizi Buruk.

Ditempat Terpisah, kepala Puskemas Desa Waisala, Ahmad Taniloton, saat dihubungi via seluler sempat menyesali pemberitaan tersebut, menurutnya harus dikonfirmasi ke pihak puskesmas setempat biar ada keterangan yang yang dapat dipertanggung jawabkan.

“dan ini bukanlah Gizi buruk, saya dan jajaran saya dibagian Gizi jauh sebelumnya sudah melakukan tindakan asupan, bahkan ada salah seorang pegawai saya rela merawat salah satu balita tersebut dirumahnya disebabkan ibu dari anak tersebut mengalami sedikit penyakit yang menyebabkan ia tak bisa merawat anaknya itu”, Ungkap Taniloton.

Dimata Kadis Kesehatan, kurang gizi itu sangat berbeda jauh dari guzu buruk. Dan kurang gizi tersebut biasanya terjadi karena kelalaian orang tua yang bisa terjadi karena salah memberikan asupan.

“misalnya kalau anak itu harus di asupi Ikan tetapi si ibu memberikan daging, porses salah asupan itu bisa membuat anak kurang sehat”, tambah Tapang.

Melalui media ini, Tappang berharap harus ada konfirmasi terkait rekam jejak medis si anak, agar dalam memberikan pemberitaan kepada khalayak itu dapat dipertanggung jawabkan.

LEAVE A REPLY