Maluku ditargetkan pada tahun ini bisa meningkatkan swasembada pangan, seperti yang lontarkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman  ketika menginjak kakinya di provinsi Maluku. Target swasembada pangan tidak lagi terfokus pada pulau jawa tetapi membangun pangan dari wilayah-wilayah perbatasan dan daerah pinggiran. Untuk mencapai target swasembada pangan ditahun ini, menteri mengharapkan provinsi Maluku harus memenuhi sejumlah pangan yaitu mencetak sawah baru seluas 10 ribu hektar.

Sekarang ini Maluku memiliki luas lahan sawah sekitar 10 ribu hektar yang tersebar di empat kabupaten yaitu, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Tetapi kendala yang dihadapi Provinsi Maluku saat ini masih mendatangkan sekitar 100 ribu ton dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan dengan harga terlendah Rp. 11 ribu per-kilogram.

Menurut Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff ketika melakukan panen raya padi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Mengatakan “ Provinsi Maluku telah melakukan momerandum of understanding dengan pemerintah Sulawesi Selatan, mencangkup empat sektor penting salah satunya suplei kebutuhan beras dari Sulawesi Selatan, karena biayanya jauh lebih murah dari pada Surabaya. pasalnya Maluku masih kekurangan beras sebanyak 28 ribu sampai 29 ribu ton.”

Gubernur berharap agar 28 ribu hingga 29 ribu  ton tersebut dapat dihasilkan dari luas sawah irigasi 20 hektar. Maluku baru memiliki 20 hektar.dan bisa menghasilkan minimal 30 ribu ton, dengan memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku saat ini adalah 128 ribu ton per tahun dan hal ini belum tercapai.

Untuk hasil sawah di Seram dan Buru hampir mencapai 100 ribu ton saja. Target pemerintah provinsi dalam 2 sampai 3 tahun kedepan akan ada percetakan sawah irigasi baru seluas 945 hektar di Seram dan Buru dengan target produksi rata-rata 4000 ton per tahun.

Untuk itu, Pulau Buru, dan Pulau Seram akan dicanangkan untuk membantu pola pangan Nasional. Sementara pulau-pulau kecil akan dikembangkan untuk pangan lokal. Bagi petani di kabupaten SBB gubernur berharap agar dapat meningkatkan produktivitas beras di SBB, serta menunjang swasembada beras di Maluku.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat, Drs. Yasin Payapo, M.Pd memberi apresiasi kepada masyarakat, karena sudah menjalankan program sesuai target pemerintah.  “Saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat sedang melakukan pemetaan lahan untuk proses penanaman. Dari data yang dimiliki, luas lahan sawah irigasi di Maluku sebanyak 20 ribu hektar, dengan produksi beras daerah 99 ton atau 46 persen, dari kebutuhan masyarakat Maluku yang mencapai 128, 68 ton. Sedangkan luas lahan sawah irigasi di Seram Bagian Barat, seluas 945 hektar, dengan produksi 3.875 ton atau 84, 3 persen. Pada sisi lain, swasembada beras untuk Maluku, ditargetkan bisa tercapai di tahun 2019 mendatang. Jelas Bupati.

LEAVE A REPLY