Piru – Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN  2015 – 2019, yakni  Nawa Cita ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa dan daerah dalam bingkai NKRI.

Dalam laporannya, Koordinator Tim Inovasi Kabupaten yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab SBB, Moksin Pelu, SPi mengatakan bahwa tahun 2019 ini  pembiayaan kegiatan Inovasi Desa  disalurkan melalui  Bank Dunia yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan PDTT dan disalurkan melalui DPMD Provinsi Maluku kemudian dilanjutkan ke rekening masing-masing dengan rincian  TIK Rp 228.800.000,- dan TPID Rp 604.112.000,-.  Untuk tahun ini pelaksanaan Bursa Inovasi Desa dilaksanakan oleh masing – masing TPID dan dikelompokkan dalam 2 clauster yakni kecamatan elpaputih, kecamatan amalatu, kecamatan kairatu, kecamatan inamosol, kecamatan kairatu barat dan kecamatan manipa yang dipusatkan di Waihatu pada tanggal 20 Agustus 2019 sedangkan kecamatan seram barat, kecamatan tanowel, kecamatan taniwel timur, kecamatan huamual dan kecamatan huamual belakang dipusatkan di desa piru pada tanggal 22 Agustus 2019.

Plh Sekretaris Daerah, H. Sy. Silawane, SH, MSi dalam sambutan Bupati yang dibacakannya , mengatakan PID diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan undang – undang Nomor 06 tahun 2014 tentang desa, dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas dan strategis baik dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, maupun infrastruktur desa. Program Inovasi desa yang salah satu kegiatannya adalah pelaksanaan Bursa Inovasi Daerah yang diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Kepala Bappeda Kab SBB ini menuturkan bahwa dinamika desa dalam pemanfaatan dana desa dalam 5 tahun terakhir di Kabupaten SBB telah memberikan harapan dan optimisme atas geliat pembangunan desa, walaupun kita sadari masih banyak masalah dan kendala yang kita hadapi kedepan terutama dalam soal pengentasan kemiskinan. Kita semua berterima kasih dengan dukungan pemerintah pusat dan peran serta pemerintah daerah kabupaten, kini seluruh desa semakin bersemangat dalam menata desa dan memajukan warganya termasuk mengadopsi dan mengembangkan inovasi – inovasi baru dalam pelaksanaan pembangunan desa secara utuh dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan desa. Perkembangan ini tentunya wajib disyukuri dan tetap menjado motivasi kita semua untuk teris berupaya untuk meningkatkan capaian – capaian yang telah kita peroleh.

Dua agenda utama dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa adalah pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa (PPID) serta penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD), dan tahun 2019 merupakan tahun ke-dua pelaksanaannya di Kabupaten SBB. Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) menyediakan beragam praktek cerdas pengelolaan pembangunan desa, sehingga dapat dikembangkan, dipertukarkan dan dilaksanakan antar desa, antar wilayah dan antar daerah untuk mempercepat perubahan desa ke arah yang lebih baik.

Bursa Inovasi Desa Clauster Kairatu Raya dan Manipa

 

 

LEAVE A REPLY