TIM KLHS RPJMD MEMBAHAS ISU-ISU STRATEGIS UNTUK PEMBANGUNAN KABUPATEN SBB

0
23

PIRU- Tim ahli penyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD 2017 Kabupaten Seram Bagian Barat yang terdiri dari akademisi universitas pattimura dan institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon saat melakukan kajian terhadap berbagai permasalahan pembangunan dan program kerja SKPD di Kabupaten Seram Bagian Barat ditemukan berbagai program prioritas dan isu-isu sensitif dalam kebijakan umum dan program pembangunan daerah. Adapun isu-isu strategis SKPD dimuat dalam daftar permasalahan bidang-bidang di Kabupaten Seram Bagian Barat yang disampaikan pada pertemuan dengan seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dilantai tiga kantor Bupati, jalan Jacobus Puttileihalat, Desa Morekau.

Dimana, untuk bidang Kependudukan permasalahan yang diangkat adalah kurangnya sarana penunjang pencetakan biodata kependudukan, kurang kesadaran masyarakat dalam mengurus biodata kependudukan secara elektronik, dan meningkatnya jumlah penduduk. Permasalahan pada Bidang perikanan dan pertanian ditemukan permasalahan kurangnya sumber daya manusia dalam pengolahan lahan pertanian dan perikanan, masyarakat masih menggunakan peralatan tradisional dalam pertanian dan nelayan, terjadi kerusakan lingkungan (abrasi daerah aliran sungai dan erosi bibir pantai), terjadi pencemaran lingkungan pesisir dan laut (sampah dan sedimentasi), belum berfungsi TPA secara maksimal, pengeboman dan pembiusan ikan, pelimpahan kewenangan pengelolaan laut kabupaten ke provinsi berdasarkan UU No.23 tahun 2014, belum adanya kebijakan khusus tentang batas hak ulayat masyarakat adat, terbatasnya ruang kelola laut Kabupaten Seram Bagian Barat dan belum dipetakannya batas hak ulayat masyarakat adat.

Sementara itu, bidang penanaman modal ditemukan regulasi perizinan belum memadai, tingginya tingkat KDRT, tingginya perkawinan  dini, kurangnya pemberdaan perempuan, tingginya limbah B3, pesebaran penanaman modal belum berbasis lingkungan.

Bidang kesehatan ditemukan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, masih rendahnya sumber daya manusia bidang kesehatan, tingkat limbah rumah tangga atau demostic (sanitasi lingkungan), minimnya sarana kesehatan seperti puskesmas, pustu dan polindes serta posyandu, kurangnya tenaga medis dan para medis di tingkat kabupaten dan kecamatan maupun desa/negeri/dusun, penanganan sampah yang belum baik, tidak ada atau minumnya TPS,TPA dan armada pengangkut sampah sehingga proses penanganan sampah tidak dapat menjangkau semua daerah termasuk desa/negeri dan dusun, serta rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat.

Pada bidang pekerjaan umum permasalahan yang ditemukan masalah tingginya abrasi, buruknya drainase, jumlah perumahan kumuh meningkat, infrastruktur yang tidak memadai, keterbatasan infrastruktur transportasi yang mengakibatkan terhambatnya distribusi bahan pokok sampai di desa, ketersediaan air bersih yang masih minim.

Bidang pertambangan terjadi penambangan galian C yang tidak teratur dan secara liar, pada Bidang infokom ditemukan belum adanya BTS yang dapat menghubungkan masyarakat pegunungan dan perkotaan, bidang bencana ditemukan rendahnya perhatian pemerintah terhadap dampak bencana, fenomena alam yaitu air laut dan air pasang, erosi dan longsoran tebing sungai yang mematikan biota sungai dan laut dan tingkat banjir dan sendimentasi makin meningkat.

Bidang ketahanan pangan ditemukan adanya ketergantungan makanan pokok hanya pada beras, keterbatasan sumber distribusi bahan pokok di tingkat desa dan jangkauan distribusi bahan pokok yang tidak terkendali di masyarakat.

LEAVE A REPLY