PIRU-Tim Penyusunan PERDA tentang negeri adat menyambut baik segala usulan yang disampaikan dari seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, para camat, dan kepala-kepala desa yang hadir dalam Fokus Diskusi Group (FDG). Hal ini dikatakan salah satu tim penyusun PERDA Negeri Adat Dr. Nataniel Elake kepada wartawan di Kantor Balai DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat.

Menurut Elake, Setelah mendengar hasil Fokus Diskusi Group hari ini, maka seluruh masukan dan perbaikan akan digodok kembali oleh tim penyusunan PERDA negeri adat sebelum dibahas kembali dalam pertemuan dengan seluruh anggota legislatif, setelah itu tim penyusunan PERDA negeri adat akan membahas kembali dalam pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, sebelum nantinya akan melakukan uji public terhadap Peraturan daerah tersebut.

Terkait proses pengidentifikasian semua desa sebagai negeri adat di Kabupaten Seram Bagian Barat. Elake mengatakan, Diskusi hari ini sangat luar biasa, pada proses awal tim Penyusun PERDA sangat kesulitan ketika turun ke dusun, desa untuk mengevaluasi data dari setiap desa apakah bisa dimasukan sebagai negeri adat atau tidak. Untuk itu, lewat Fokus Diskusi Group tim penyusun banyak menerima masukan yang dapat memperkaya kajian tim demi memperkaya Perda dimaksud.

Ditanya kembali terkait dengan isu dan komentar yang banyak di Media Sosial terkait ketidakterlibatan Tokoh adat dan saniri tiga batang air Sapalewa, Eti dan Tala. Hal ini dibantah oleh Elake. Menurutnya, seperti yang telah dikatakan oleh kepala bagian pemerintahan setda SBB bahwa proses penyusunan Perda negeri adat telah melibatkan seluruh komponen tokoh adat dari saniri tiga batang air.

Dimana, kegiatan pertemuan saniri tiga batang air pernah dilakukan pada tiga lokasi yaitu untuk saniri negeri sapalewa dilakukan di Taniwel, untuk saniri Eti dilaksanakan di kota Piru dan untuk saniri Tala dilakukan di Desa Latu. Bahkan lewat pertemuan tersebut telah diusulkan nama Hena dan Ama untuk nantinya menggantikan nama negeri. Selain itu, ada beberapa usulan dalam pertemuan tiga batang air tersebut telah dikaji oleh tim penyusun untuk memperkaya PERDA negeri adat.  Hal ini dilakukan agar edintitas negeri adat suku alune dan suku Waemale dapat dilestarikan dan menjadi icon adat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Lanjut Elake, Tim penyusunan PERDA negeri adat kabupaten Seram Bagian Barat pada hakekatnya tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan negeri menjadi hena atau aman, pasalnya tim hanya melakukan tugas identifikasi dan menentukan norma dan legal draf yang nanti akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk ditindaklanjuti sesuai proses dan mekanisme yang berlaku. Tegas akademisi stakpen tersebut.

LEAVE A REPLY