Piru – Rusaknya jalan lintas seram yang menghubungkan Waisarisa-Piru, menuju pusat kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), cukup berbahaya untuk dilintasi kendaraan, Baik roda dua maupun roda empat. Hal ini terjadi pada hari Sabtu 8 Agustus 2020 dimana terlihat jelas akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah sekitar Piru- Waisarisa mengakibatkan ruas jalan sekitar pegunungan wilayah tertutup oleh bebatuan, tanah, dan pasir.
Diharapkan kepada semua kendaraan roda dua maupun roda empat, agar dapat berhati-hati karena sekarang ini sulit melintas ruas jalan penghubung antar kecamatan menuju kota kabupaten di Piru
Menurut salah satu warga bernama Melki (37) salah satu pengendara roda dua yang sedang melintasi jalan tersebut, mengaku khawatir dengan kondisi jalan. Pasalnya, kondisi makin parah jika hujan akan terus turun, itu berarti akan sulit bagi kendaraan untuk melintas apalagi pada malam hari.
“Kondisi jalan ini cukup mengkhawatirkan pengendara. Apalagi jika malam hari nanti, sudah pasti akan membahayakan. Karena kalau hujan terus turun, maka jarak pandang makin kurang dan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan.” Ujar Melki.
Dirinya meminta ada perhatian serius dari pemerintah dalam hal ini pihak terkait, untuk menaruh perhatian serius, baik Pemda SBB,Pemprov Maluku. Ini salah satu jalan utama trans seram, yang dilintasi oleh kendaraan berbagai jenis, untuk itu perlu ada perhatian serius dari pihak terkait, guna mengantisipasi kondisi jalan tersebut.
Hingga berita ini dimuat, kondisi jalan masih dipenuhi bebatuan serta tanah, bahkan, hujan pun belum reda.

LEAVE A REPLY