Kairatu – Tingginya curah hujan di Kecamatan Kairatu dan sekitarnya mengakibatkan terjadinya banjir karena ruapan air dan tidak adanya fasilitas saluran air sehingga pada saat terjadi hujan air rumah warga dan fasilitas umum menjadi sasaran tergenangnya air.

Kapolsek Kairatu Iptu. J.Walalayo kemudian mengerahkan seluruh personilnya membantu warga masyarakat mengalihkan arus air yang terus meluap memasuki rumah – rumah penduduk dan fasilitas umum. Dihubungi melalui via Seluler Walalayo mengatakan bajir terjadi di beberapa wilayah yaitu dari Waitasi, Kairatu, Kilo dua, Desa Waimital Gemba.

Ditempat terpisah Pejabat Desa Waimital Rudi Marasauly.S.Sos menjelaskan terjadi genangan air karena datangnya curah hujan yang begitu lebat. Pihaknya terkendala masalah keterbatasan anggaran sehingga itu ada pada masalah drainase di tambah lagi untuk Desa Waimital Gemba semakin hari semakin bertambah kepadatan penduduk.

“Dalam kondisi yang di alami guna mencari solusi pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPD untuk nantinya turun bersama masyarakat guna bergotong royong Menurut Marasaulydiduga indikasinya air itu mengalir dari sawah khususnya pada irigasi tidak mampu lagi menampung air dari perkampungan ke irigasi sehingga terpaksa air itu mengalir deras menuju perkampungan”, ucapnya.

Sementara itu, Camat Kairatu Safri Tutupoho yang di hubungi juga menjelaskan banjir yang cukup parah itu ada di wilayah Desa Waimital Gemba, banjir yang mengakibatkan rumah penduduk tergenang air itu karena akibat saluran yang sudah tidak memadai lagi. Ungkap Tutupoho

Tambahnya hal ini terkait juga dengan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah yang tidak sesuai aturannya, menurut Tutupoho dalam pantauannya tadi pagi sejak pukul 7:00 hingga pukul 10:00 tadi pagi itu yang paling nampak adalah masalah sampah. Pasalnya, sudah lakukan koordinasi dengan pejabat Waimital untuk bagaimana mengambil langkah – langkah antisipasi, karena menurutnya dalam pantauannya di beberapa lokasi yang kenal dampak banjir itu air tidak terlalu meluap namun yang paling parah hanyalah di Desa Waimital yang mana air meluap sampai menutupi jalan utama jalan lintas seram .

“Kami sudah lakukan pendataan dimana lokasi air yang meluap akibat saluran yang tidak memadai, selain itu kata Tutupoho air ini juga datangnya dari lokasi irigasi karena terlalu kecil sehingga daya tampungnya tidak mampu saat datangnya curah hujan dan debit air yang meluap naik. Dan semua itu sudah di catat oleh pejabat dan kemudian akan di bawakan dalam musdes pada esoknya, hal tersebut yang sudah tercatat menurut Tutupoho akan melaporkannya ke pihak Dinas PU Kabupaten SBB,” tutupnya.

LEAVE A REPLY