Kairatu – Menyusul musibah gempa 6,8 SR yang terjadi di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis 26 September 2019, DPRD Provinsi Maluku dengan sigap langsung membentuk Tim Gabungan DPRD Maluku untuk Penanganan Tanggap Darurat Bencana Gempa Maluku. Tim yang diketuai oleh Amir Rumra, SPi, MSi ini beranggotakan 7 orang anggota lainnya yakni Samson Atapary, Temmy Oersepuny, Gadis Umasugi, Ruslan Hurasan, Ayu Hasanussi, Asri Arman, dan Ali Kalatmena langsung bergerak mengunjungi lokasi pengungsi yang terletak di Desa Tulehu, Waai, Tial, Tenga-tenga, Liang Kabupaten Maluku Tengah. Dan pada hari ini, mereka mengunjungi langsung pengungsi yang berada di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sebelum melakukan tatap muka dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat di Posko Lapangan Desa Waimital, para wakil rakyat ini langsung meninjau pengungsi yang berada di gunung parang Desa Kamal, juga yang berada di Rindam XVI Pattimura dan didampingi Sekretaris Daerah Kab SBB dan Kadis Sosial Kab SBB.

Bupati SBB, Drs M. Yasin Payapo, MPd saat memberikan ucapan selamat datang menyampaikan bahwa peristiwa ini diharapkan agar tidak terulang lagi, agar saudara – saudara kami yang masih berada di gunung, di tempat – tempat pengungsian agar dapat kembali ke rumah, anak – anak gembira lagi di rumah, semua pelayanan publik dan aktivitas berjalan normal sehingga roda perekonomian juga dapat berlangsung dengan baik.

Payapo berharap, kedatangan tim gabungan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini, dengan langsung melihat kondisi riil di lapangan, Pemerintah daerah dan forkopimda Kabupaten Seram Bagian Barat mengharapkan adanya masukan dari tim gabungan guna sama – sama mengatasi masalah bencana ini ke depan.

Ketua Tim, Amir Rumra mengatakan ” kami hadir disini, ingin bersama – sama dengan pemerintah Kabupaten SBB maupun Kab Maluku Tengah dan Kota Ambon, dalam kondisi yang penuh dengan kekeluargaan, semoga pa Bupati, pa Wakil Bupati, juga forkopimda yang ada, selalu diberikan kekuatan, kesehatan sehingga dapat melihat masyarakat di wilayah ini yang sementara terdampak akan musibah ini”.

“Kami mengapresiasi sungguh, cara pemerintah kabupaten SBB ini dalam menangani pengungsi selama beberapa hari ini. Kami sudah langsung bertemu dengan pengungsi dan yang mengungsi di beberapa titik sebelum rapat ini, dan alhamdulillah sepanjang pemantauan kami dan perbincangan kami dengan mereka, terlihat bahwa pemkab sudah sangat tanggap terhadap semua keperluan dan kebutuhan pengungsi. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan pemantauan kami di beberapa daerah terdampak di wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Kami datang tidak membawa bantuan seperti yang lain, namun kami berupaya untuk melihat, memantau, mengiventarisir apa kebutuhan masyarakat kita di pengungsian ini, agar dapat kami koordinasikan lebih baik lagi tentang penanganannya di Provinsi” tegas Rumra.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota tim lainnya yang memberikan apresiasi dan pujian terhadap tanggapnya pemerintah kabupaten dalam menanggulangi pengungsi sejauh ini. Asri Arman asal partai demokrat ini misalnya, selain memberikan apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten, beliau menyarankan pada penanganan trauma yang harus difokuskan sekarang terutama kepada anak – anak.  Masukan lain pun masuk dari Ali Kalatmena asal dapil SBT yang menyampaikan bahwa anak-anak di tenda pengungsian mulai terserang penyakit gatal – gatal.  Selain itu sharing informasi harus selalu dilakukan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi agar dapat terus terupdate informasi terkini demi semakin baiknya penanganan pengungsi.

Mantan anggota DPRD Maluku tengah, Ruslan Hurasan saat berbicara pun memuji penanganan gempa di Kabupaten SBB yang lebih baik dari Kabupaten Maluku Tengah. Hurasan meminta pemerintah kabupaten dapat selalu melakukan pendataan dan verifikasi korban agar terus terupdate, manajeman distribusi bantuan dari pusat/provinsi maupun kabupaten pun harus tersinergi dengan baik sehingga tidak tumpang tindih dan terdistribusi secara merata.

 

Setelah melakukan tatap muka, tim kemudian melanjutkan pemantauannya di beberapa desa lainnya di wilayah kecamatan Amalatu dan Elpaputih

LEAVE A REPLY