PIRU-Tradisi antar dulang oleh warga Dusun Talaga Piru, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat masih tetap dilaksanakan oleh Masyarakat Dusun talaga, acara digelar Jumat (6/22/2018).

Kegiatan turun-temurun tersebut di dusun talaga biasanya dilaksanakan saat perayaan hari ke tujuh setelah perayaan Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan perayaan 7 Syawal. Kegiatan yang bermakna mensyukuri semua rezeki yang diberikan Allah SWT itu berjalan dengan Hikmah seta dan meriah.

Proses antar dulang kali ini, sangat mendapat respons serta dukungan dari berbagai kalangan, selain para pemangku adat dusun talaga dan sekitar. Prosesi adat ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab SBB serta masyarakat SBB terlihat dari masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan prosesi adat yang dilaksanakan.

Bukan hanya masyarakat dusun talaga, banyak masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Seram Bagian Barat berdatangan hanya untuk menyaksikan tradisi adat yang dilaksanakan setahun sekali itu.

Dalam prosesi adat antar dulang kali ini di Dusun Talaga, berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya. Pasalnya, dalam perayaan antar dulang ini berbagai potensi serta Sumber Daya Manusia (SDM) ditampilkan seperti Cakalele dan tari-tarian.

Menurut Kepala Dusun Talaga Piru La Tanine mengungkapkan, rasa terima kasih beliau kepada masyarakat yang hadir khususnya Bupati Seram Bagain Barat beserta rombongan.

Menurut salah satu warga dusun talaga La Ranti, prosesi adat antar dulang ini telah dilakukan semenjak dusun Talaga didirikan yakni pada tahun 1942. sehingga saat ini prosesi adat antar dulang ini telah dilakukan sebanyak 81 kali.

Dikatakan, dulang-dulang yang nantinya akan diantar serta diarakan menuju masjid, terlebih dahulu harus di buat upacara adat pada rumah warga dimana dulang itu berada. Setelah dilakukan upacara adat, maka barulah dulang tersebut diarakan oleh para santri dari taman pengajian dengan memakai baju serba putih.

Dulang diantar serta diarak menuju masjid. Para santri diwajibkan menari serta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Para santi berhenti menari serta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, apabila dulang telah memasuki pintu masuk masjid.

Dalam sambutannya Bupati Seram Bagian Barat Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd Mengatakan, Antar dulang merupakan icon Kabupaten Seram Bagian Barat. Pemda SBB siap mengawal dan mengembangkan menjadi salah satu Wisata Adat di Kabupaten SBB.

Beliau menekankan kepada Kadis Pariwisata yang sempat hadir di acara untuk melirik dan perlu dikembangkan tradisi antar dulang di dusun talaga sehingga menjadi Icon yang di kenal bukan hanya di SBB tetapi di seluruh Indonesia.

Terakhir Payapo atas nama Pemerintah Daerah Menyampaikan Selamat Lebaran Idul Fitri 1439 H, Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

LEAVE A REPLY