PIRU-Wakil Bupati Seram Bagian Barat, Timotius Akerina,SE,M.Si membuka  dengan resmi  kegiatan sosialisasi tingkat kabupaten terkait inisiasi pembentukan kawasan konservasi perairan di Pulau Buano di lantai dua gedung pertemuan Hotel Amboina, Kota Piru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seram Bagian Barat mengatakan, Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki luas mencapai 8,4 juta hektar yang terdiri dari 7,9 juta hektar (94%) wilayah laut dan 517.600 Hektar (6%) daratan. Berada di ujung barat Pulau Seram sebagai daratan terdiri dari 66 pulau, namun hanya 10 pulau saja yang berpenghuni, termasuk Pulau Buano. Katanya pula mayoritas nelayan di Seram Bagian Barat masih menggunakan alat tangkap ikan tradisional, seperti kail dan pancing, saat melaut. Guna mendukung pertumbuhan sektor perikanan tangkap dan kesejahteraan dari sekitar 10.332 rumah tangga nelayan yang berpendapatan kurang dari satu juta rupiah per bulan.

Katanya pula, Kabupaten Seram Bagian Barat juga memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasik lokasi habitat ekosisitem pesisir seperti hutan bakau seluas 2.574 hektar, padang lamun seluas 1.445 hektar, dan terumbu karang seluas 4.363 hektar. Kekayaaatn pesisir dan bahari ini menjadikan Seram Bagian Barat sebagai hunian dari berbagai hewan laut yang dilindungi seperti Dugong, Pari Manta, Penyu Hijau dan berbagai spieses ikan karang, sekaligus juga mendukung pengembangan sektor pariwisata bahari.

“Sejauh ini Kabupaten Seram Bagian Barat baru memiliki taman wisata alam laut dikawasan Pulau Marsegu seluas 11.000 hektar sejak tahun 1999. Kedepan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan dukungan dari USAID SEA PROJECT  akan membentuk kawasan konservasi perairan multiguna baru yang mencangkup pulau buano dan perairan sekitarnya. Luas kawasan konservasi yang diusulkan mencapai 25.067 hektar dengan sistem zonasi yang akan mendukung perikanan berkelanjutan pelestarian hewan laut yang terancam punah, serta pengembangan sector pariwisata bahari.” Jelas Wakil Bupati.

Untuk itu, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran dan pentingnya keberadaan kawasan konservasi perairan kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pasalnya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik kepada kita semua mengenai alur proses pembentukan sebuah kawasan konservasi perairan, termasuk menyampaikan hasil-hasil dari kajian cepat kelautan sebagai salah satu dasar pembentukan kawasan konservasi tersebut.

“Usaid Sea Project dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku akan mendiskusikan bentuk-bentuk kawasan konservasi yang sesuai di Pulau Buano, serta membangun kesepahaman bersama untuk memulai proses inisiasi pembentukan kawasan konservasi  guna mengembangkan komunikasi efektif bersama masyarakat pesisir untuk mendukung upaya perlindungan sumber daya laut dan perikanan berkelanjutan di pulau buano”, harap Wakil Bupati.

LEAVE A REPLY