PIRU:Wacana Pemindahan Ibukota Kabupaten SBB dari Kota Piru Ke Dataran Honipopu, yang didorong oleh Fraksi PKB dan PAN di DPRD SBB dinilai tidak tepat, hal ini disuarakan oleh Sekretaris DPC PDIP.SBB, Ferry Kasale.
Kasale dalam rilisnya kepada media ini, Minggu, (22/11/2020) menyatakan, sebagai partai yang turut memiliki andil dakam proses perjuangan menjadikan kabupaten SBB sebagai daerah otonom sejak tahun 2003 itu, PDIP memiliki tanggung jawab moril untuk bersama- sama- sama menjaga dan membangun daerah yang bertajuk Bumi Saka Mese Nusa ini.
“Semua Kita pastinya tau persis bahwa, penempatan Piru ibu kota Kecamatan Seram Barat saat ini sebagai Kota Kabupaten SBB, merupakan sebuah kesepakatan bersama para tokoh yang tentu memiliki nilai historis yang harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh Kita bersama” ungkap Kasale
Kasale mengungkapkan, alasannya untuk mempertahankan Piru sebagai ibukota Kabupaten adalah, saat ini semua bangunan vital sudah berdiri megah di Piru, sehingga kalau hanya alasan persoalan masalah status tanah, lantas tidak.bisa dijadikan alasan untuk pemindahan kota Kabupaten.
“Mestinya Bupati SBB saat ini memprioritaskan penyelesaiaan terhadap tanah – tanah yang dianggap masih menjadi menjadi masalah itu, sehingga tidak menganggu proses pembangunan” saran Kasale.
Sekretaris DPC PDIP SBB ini menandaskan, Bupati SBB memiliki kewenangan yang dijamin undang-undang, sehingga kalau cuman menyelesaikan status tanah saja harus bisa diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan keraguan di Masyarakat, karena dampak dari persoalan tanah dapat menghambat Pembangunan di Ibukota Kabupaten SBB itu.
Karena itu, Kasale menyarankan para Legislator SBB, lebih rasional berpikir untuk memecahkan persoalan ini, dengan bijak dan tepat, sehingga Pemda SBB dapat fokus untuk proses penyelesaian semua persoalan yang berkaitan dengan status tanah.
“Saya lihat, Masyarakat pemilik lahan di Piru maupun daerah sekitar kota, sangat mendukung proses pembangunan di Kota Kabupaten ini, asalkan kondisi ini bisa diorganisir secara tepat oleh Pemkab sendiri, ketimbang harus berpikir untuk Pemindahan kota Kabupaten. Akan hanya membuat masalah baru. Energi Kita terbuang dan terkuras hanya untuk sesuatu yang tak pasti.” urainya.

LEAVE A REPLY