KAIBOBO- Wakil Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina,SE,M.Si dan beberapa OPD lingkup Pemkab Seram Bagian Barat turut  menghadiri event Tahisane Panggel Pulang yang akan berlangsung dari tanggal 28 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2017 di Negeri Kaibobo, Kacamatan Seram Bagian Barat. Wakil Bupati Seram Bagian Barat beserta rombongan diterima dengan meriah oleh masyarakat Adat Negeri Kaibobo dengan kain adat dan penandatangan komitmen membangun Negeri Kaibobo. Wakil Bupati Seram Bagian Barat membuka dengan resmi pelaksanaan kegiatan Tahisane Panggel Pulang.

Wakil Bupati dalam sambutannya memberikan apresiasi baik bagi tradisi dan budaya orang basudara di negeri kaibobo yang telah menyelaraskan ide-ide inovatif dalam menata, membangun, memperbaiki, meningkatkan dan berinovasi untuk sebuah perubahan.

Selain itu, Wakil Bupati memberikan antusias positif terhadap berbagai rangkaian kegiatan event Tahisane Panggil Pulang seperti seminar sejarah dan potensi Kaibobo, seminar sejarah perkembangan jemaat GPM Kaibobo, Launcing Buku Sejarah Jemaat dan kegiatan hiburan masyarakat yang di create untuk memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Negeri Kaibobo seperti festival seni dan kebudayaan lokal, pameran potensi dan produk kerajinan lokal dan makan patita.

“Masyarakat Negeri Kaibobo berhak dan pantas berbahagia karena negeri ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, panorama alamnya penuh dengan rona terpendam yang patut kita gali dan kembangkan sebagai muatan lokal yang memiliki potensi kekuatan dan peluang sebagai unggulan norma-norma adat di daerah ini. Selaku anak adat nunusaku saya menyadari bahwa masih banyak hal yang harus kita kembangkan dari tradisi-tradisi  budaya alune-waemale sebagai hakekat kebudayaan di bumi saka mese nusa.” Kata Akerina.

Lanjutnya, Event Tahisane Panggel Pulang Tahun ini merupakan bentuk tata perilaku yang telah menyatu kuat dalam tata perilaku yang telah menyatu kuat dalam pola hidup masyarakat. Untuk itu, kegiatan ini harus dimaknai sebagai bagian dari pewarisan nilai-nilai budaya secara regenerasi serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan diantara hena poput Tahisane, anak cucu tanah perantauan yang tersebar  di berbagai belahan bumi  untuk mangente kampong,  sekaligus berkontribusi bagi pembangunan negeri Kaibobo kedepan.

“Untuk itu, membangun dan menata kembali adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama, baik antara pemerintah dan semua elemen masyarakat sehingga suasana aman dan kondusif senantiasa berada dalam wilayah desa kaibobo dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Bukan saja itu, keindahan negeri kaobobo yang memanjakan mata dan selalu membuat kita ingin terus datang kembali. Desa kaibobo pada bulan Mei-Juli 2017 kemarin juga dijadikan desa wisata yang masuk dalam kategori wonderfull Maluku Project yang didalamnya terdiri dari anak-anak muda sejumlah negara seperti Argentina, Autralia, Belanda,z Italia, Jerman, Prancis, dan Vietnam yang melakukan serangkaian kegiatan observasi alam dalam rangka menyiapkan desa Kaibobo sebagai salah satu Destinasi wisata domestic dan mancanegara yang layak dikunjungi wisatawan”. Ungkap Wakil Bupati.

LEAVE A REPLY