Piru – Keberadaan pasar merupakan faktor penting dan indikator nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah, dimana saat ini pasar tradisional kalah bersaing dengan pasar modern dalam memberikan pelayanan perlindungan konsumen khususnya tertib ukur dengan menggunakan UTTP.

Untuk itu Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab SBB, H.Sy Silawane, SH, M.Si yang sementara mengikuti kegiatan Diklat Kepemimpinan TK II, meluncurkan proyek perubahan yakni Walang Gerakan UTTP Plus Kabupaten SBB dengan slogan “PASTI PAS”.

Dari jumlah pasar di Kabupaten SBB sebanyak 17 unit, hanya 1 unit pasar (Pasar Waimital) yang sudah tertib ukur. Dalam penjelasannya, Kadis Daginnaker selaku Project Leader menguraikan bahwa jumlah pedagang yang ada di Kabupaten SBB sebanyak 3.394 orang, dimana pedagang pengguna UTTP sebanyak 1.026 orang (30%), sedangkan pedagang yang belum menggunakan UTTP sebanyak 2.368 orang (70%), maka pada prinsipnya penduduk Kab SBB sebanyak 209.564 jiwa yang notabene sebagai “konsumen” dalam kegiatan ekonomi, belum “terlindungi” secara maksimal.

Adapun tujuan Walang Gerakan UTTP Plus Pasti Pas adalah : 1) Terlaksananya Pasar Tertib Ukur (PTU) menuju Daerah Tertib Ukur (DTU) ; 2) Percepatan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi ideal; 3) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi Tera dan Tera Ulang.

Sementara manfaat Walang Gerakan UTTP Plus Kabupaten Seram Bagian Barat Pasti Pas adakah : 1) Terlindunginya hak-hak konsumen dan produsen; 2) Meningkatnya kepastian masyarakat/konsumen terhadap transaksi perdagangan; 3) Terciptanya persaingan yang sehat dalam berusaha; 4) Terbukanya peluang investasi perdagangan di daerah; 5) Meningkatnya kinerja Pemerintah Daerah dalam bidang perdagangan dalam daerah; 6) Meningkatnya sistem kendali sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap transaksi perdagangan di daerah.

Dan sempurnakan takaran dan timbangan dengan adil” (Q.S Al-An’am 152)

Berilah dan kamu akan diberi satu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam haribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur dan diukurkan kepadamu” (Lucas 6:36)

Bantjana parakaran pralaja kapradanan (Memperdaya ukuran, menghilangkan kepercayaan)

LEAVE A REPLY