Tala- Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jhon Wempi Watipo, SH,MH berkesempatan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Seram Bagian Barat untuk meninjau secara langsung lokasi jembatan Waikaka Tala yang ambruk akibat banjir di kecamatan Amalatu.

Kehadiran Wakil menteri tersebut disambut oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat Drs.H.M.Yasin Payapo.S.Pd. M.Pd dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar.S.Ik, Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Nunung Wahyu Nugroho, Kepala Kejaksaan Negeri SBB Sugih Carvalo.SH.MH, Ketua Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu Kabupaten SBB Johanis Dairumaloh.SH.MH serta Pimpinan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten.

Bupati SBB Dr. M Yasin Payapo, M.Pd Dalam sambutan singkatnya menyampaikan Jembatan WaiKaka Desa Tala Kecamatan Amalatu merupakan penghubung tiga kabupaten yakni Kabupaten Muluku Tengah, Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat. Jika jembatan tidak segera di perbaiki maka aktifitas masyarakat akan menjadi lambat.

Katanya pula, ada alternatif lain jalan penghubung tiga kabupatem namun memakan waktu yang sangat lama dan cukup melelahkan, yaitu melewatu jalur mutar dari arah Taniwel Seram Bagian Barat.

Untuk itu, Bupati berharap agar jembatan waikaka ini segera dapat di selesaikan sesegera mungkin, sedangkan terkait kondisi jembatan waikaka yang rusak diakibatkan faktor alam. Selain itu ada juga salah satu desa di Kabupaten SBB yakni Desa Huku Anakota yang perlu perhatian pemerintah pusat agar akses jalan dapat terpenuhi. Sebab jarak tempuh desa huku anakota sekitar 33 Km dari jalan trans seram ada juga 9 (sembilan) buah rumah yang roboh akibat kerapuhan tanah akibat terjadi longsor.

“Pemerintah SBB sudah Progkres untuk mengalokasikan 100 KK ke tempat yang lebih aman. Ujar Payapo

Sementara itu, Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo.SH.MH dalam sambutannya menjelaskan” Kurang lebih 1.770 Km yang menjadi tanggung jawab Nasional namun ada beberapa ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Propinsi.

”Beberapa Waktu lalu Gubernur Maluku dengan keterbatasan APBD Propinsi sehingga meminta untuk di tangani menjadi ruas jalan Nasional dan kita sedang menunggu surat persetujuan dari Pak Menteri, Karena yang kita tangani bukan hanya di Maluku namun di seluruh Indonesia”. ujarnya

Lanjutnya, untuk peristiwa jembatan WaiKaka ini kami meminta maaf kepada pak Bupati SBB sebenarnya kami ingin berkunjung ke sini namun terhalang karena di Maluku sedang di berlakukan PSBB sehingga kami menunda sampai dengan hari ini baru kami dapat melihat kondisi jembatan ini secara langsung. Untuk anggaran perbaikan jembatan WaiKaka sudah ada, namun kondisi alam ini tidak bisa di prediksi.

“Sekarang yang dibutuhkan adalah air cepat surut sehingga jembatan darurat segera di buat kembali, jembatan Waikaka ini segera di bangun untuk kepentingan masyarakat. Apabila APBD Kabupaten kurang maka Pak Bupati dapat membuat surat ke Provinsi untuk mengalihkan statusnya ke Provinsi namun apabila Provinsi merasa tidak bisa menangani berdasarkan surat Bupati Propinsi dapat mengusulkan untuk menjadi ruas jalan Nasional. Meskipun ABPD di tiap-tiap Daerah terbatas tetapi kita memaksimalkan agar kerja menjadi lebih baik. jelasnya

Kepala seksi Preservasi Balai Jalan Nasional XVI Ambon Adrian Loukon. ST,MT. juga mengatakan bahwa jembatan Waikaka akan di bongkar dan dibuat Jembatan panjang dengan bentang 80 Meter dari ujung ke ujung dengan menggunakan sistim rangka karna dibutuhkan pelaksana yang cepat. pembuatan jembatan WaiKaka sudah di kontrak dan tinggal di kerjakan namun masih terhalang karena jembatan darurat belum di kerjakan kembali karena kondisi banjir dan curah hujan masih terus turun. Sebutnya

“Pembuatan Jembatan WaiKaka Akan di usahakan selesai sebelum bulan Mei tahun 2001 karna bulan tersebut sudah masuk pada musim Penghujan, dan terkait kendala yang kita hadapi adalah faktor alam yaitu banjir sehingga pekerjaan menjadi terhambat. Ungkap Loukon.

LEAVE A REPLY