19.3 C
Maluku
Monday, May 23, 2022
spot_img

MASYARAKAT DESA KAMAL RAYAKAN HUT TRANSMIGRASI KE-57

Berdasarkan literatur berjudul “Transmigrasi masa doloe, kini dan harapan ke depan” terbitan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2015, Istilah transmigrasi sendiri pertama kali dikemukakan oleh Bung Karno pada tahun 1927, dalam harian Soeloeh Indonesia.

Secara harfiah transmigrasi yang berasal dari bahasa Latin : trans – seberang dan migrare – pindah adalah  program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk / kota ke daerah lain /desa di dalam wilayah Indonesia, agar terjadi pemerataan jumlah penduduk. Sedangkan penduduk yang melakukan transmigrasi disebut dengan transmigran.

57 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1965 Pemerintah pusat mengadakan transmigrasi lokal dalam provinsi Maluku. Sebagian dari masyarakat Desa Booi ditransmigrasikan ke wilayah daerah yang kini bernama Desa Kamal yang pada saat itu masih sama-sama masuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Tak ingin melupakan dan mengabaikan begitu saja garis sejarah yang pernah ada, maka masyarakat Desa Kamal yang kini masuk dalam wilayah kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat itu, mengadakan kegiatan guna memperingati HUT Transmigrasi ke-57 pada selasa (25/01/2022), dengan mengusung tema “Merajut Kasih Membangun Generasi Emas di Bumi Saka Mese Nusa”.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Timotius Akerina, SE., M.Si. didampingi Anggota DPRD Provinsi Maluku Periode 2019 – 2024 dari Fraksi Gerindra, M. Hatta Hehanusa, Anggota DPRD Kab. SBB, PLH Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Setda, Pimpinan OPD, Camat Kairatu Barat, Kapolres Kairatu Barat serta Pemuka agama.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, “Pertama-tama atas nama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, saya mengapresiasi panitia yang telah menginisiasi serta memfasilitasi sehingga terlaksananya acara perayaan syukur HUT transmigrasi ke-57 di Kamal saat ini, semoga dengan momentum ini kita mengingat dan juga mengenang kembali awal mula kedatangan kita ke desa ini, sekaligus merefleksikan syukur kita karena kehidupan saat ini sudah jauh lebih baik dibanding pertama kali datang ke wilayah ini, dengan senantiasa menjaga kebersamaan dan kekompakan, menjaga keutuhan serta kerukunan antar sesama transmigran maupun dengan masyarakat di desa kamal dan sekitarnya”.

“Kedua, atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut bersama pemerintah dalam menekan penyebaran / penularan virus covid 19 di Kab. SBB dengan mengikuti dan mentaati protokoler kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dalam berinteraksi juga selalu mencuci tangan”, tambah Bupati.

Selanjutnya Bupati mengajak masyarakat Desa Kamal dengan mengatakan, “saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kab. SBB yang belum divaksin agar segera mencari tempat – tempat vaksin terdekat untuk divaksin, karena salah satu cara ampuh yang membuat kita semua bisa terbebas dari penularan covid-19 varian apapun adalah melalui vaksin anti covid-19”.

Menutup sambutannya Bupati menyampaikan harapan serta himbauannya terkait isu-isu hoaks dan ujaran-ujaran kebencian yang banyak beredar di masyarakat. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kab. SBB, mari kita bertindak dewasa dalam menghadapi berbagai isu-isu, ujaran kebencian dan provokasi dengan memantapkan komitmen sebagai masyarakat yang anti hoaks. Hendaklah kita berhati-hati dan jangan mudah percaya dalam menerima dan menyebarkan kembali suatu informasi atau berita, sebelum memastikan bahwa informasi tersebut benar sesuai dengan data dan fakta”.

Kegiatan ini kemudian diakhir dengan pemotongan kue makan bersama oleh para tamu undangan dan masyarakat Desa Kamal.(P01)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,323FollowersFollow
19,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles